Jreng Jreng..
Agustus 24th, 2011 by aishprastowo
***
P.S. Mari menjadi orang yang kuat hati. Ahaha. Sekarang saya tahu kenapa Dia menyibukkan saya dengan banyak urusan di detik-detik terakhir. Ya biar nggak mikir yang lain-lain..
***
P.S. Mari menjadi orang yang kuat hati. Ahaha. Sekarang saya tahu kenapa Dia menyibukkan saya dengan banyak urusan di detik-detik terakhir. Ya biar nggak mikir yang lain-lain..
Bhahaha judulnya pede sekali ya.
Sudah lama saya tidak ngeblog. Kalau dibilang sibuk sih enggak ya, satu-satunya kegiatan rutin saya saat ini adalah les Bahasa Prancis. Dan nonton Running Man hahaha. Yang terakhir itu beneran, meski sudah nonton tetep pengen nonton lagi.
Sepertinya, itu adalah bagian dari pengalihan saya ketika saya nggak pengen memikirkan suatu hal. Mau berangkat saja banyak yang buat khawatir:
Ini entah saya yang nggak cepat tanggap atau kurang bertanya, tapi saya merasa informasi yang saya dapat minim sekali. Mau tanya-tanya terus takutnya mengganggu. Atau dikira nggak dhong-an (padahal memang iya). Giliran nggak tanya apa-apa, kok kayak saya nggak peduli. Ya gitu.
Anw sepertinya saya akan buat blog baru karena di sini sudah susah upload gambar, sudah penuh. Bisakah minta tambahan kuota? Ya kalau buat baru kan itung-itung membuka lembaran baru hahaha.
Oh ya akhir-akhir ini saya merasa banyak buang-buang waktu. Besok-besok saya mau cari kegiatan banyak-banyak ah untuk memperkaya diri. Orang-orang sukses nggak lahir dari bukan apa-apa, mereka kerja keras.
***
P.S. Cheer up, me, bukannya ini yang kamu impikan sejak kecil?
Entah kenapa, semakin saya “tua”, semakin banyak tahun yang telah saya lewati, semakin banyak Ramadhan yang saya lewati.. semangatnya nggak sekuat pas kecil dulu ya. Mungkin karena dulu puasa itu challenging banget, penuh rintangan, tapi balasannya sepadan juga (hadiah pas lebaran, makan-makan, baju baru, ahahay ^^). Tapi tetap, saya menyambut dengan riang gembira Ramadhan tahun ini.
Sia-sia namanya kalau sudah puasa sebulan enggak ada peningkatan. Biasanya orang buat target setelah melewati bulan ini; saya sih simpel saja: mudah-mudahan di bulan ini saya bisa menata hati dan pikiran yang begitu naik turun belakangan. Selain itu saya juga ingin belajar menghilangkan penyakit-penyakit hati, yang iri lah, sombong lah, dendam lah, harus bisa hilang semuanya.

Selamat menjalankan ibadah puasa buat semua (yang menjalankannya)
:)
***
dan ku akan mengerti : )
***
Di saat-saat kritis, mengejar deadline, menunggu sesuatu, atau ketika sedang banyak tekanan di lab, dosen pembimbing saya sering menulis kata-kata penyemangat di papan tulis. Salah satunya ini, yang dijadikan tulisan di halaman motto oleh Denny: don’t kill your dreams, execute them. Jujur saja, saya sendiri termasuk orang yang suka mengabaikan mimpi dan keinginan, karena saya sendiri tidak merasa yakin dengan mimpi tersebut. Sebagai hasilnya, saya sering cari aman dan mengambil langkah yang ‘mudah-mudah’ saja.
Tapi, tanpa mimpi-mimpi itu, maka kita akan tetap berada di tempat yang sama, tidak maju-maju. Kadang, ketika kita merasa tidak yakin dengan sesuatu, kita perlu pura-pura yakin untuk meraihnya, atau kita tidak akan meraih apa-apa. Yah, paling tidak saya sering seperti itu, dan setelah dijalani pada akhirnya saya bisa menemukan keyakinan yang saya cari-cari sebelumnya. Yang penting sudah dicoba yang terbaik, lebih baik menyesal karena sudah mencoba daripada karena nggak mencoba sama sekali kan?
Lalu, apa hubungannya judul tersebut dengan beasiswa?
Buat teman-teman yang seperti saya, ingin lanjut studi setelah lulus dan bertekad untuk melakukannya tanpa harus membebani orangtua padahal belum ada penghasilan juga, pasti yang dicari-cari adalah beasiswa. Beasiswa untuk studi ada yang diberikan oleh universitas/penyelenggara program studi, tapi ada juga yang diberikan oleh pihak lain. Pada awalnya saya dulu selalu mencari yang opsi pertama, karena saya berpikir bahwa akan lebih simpel. Tapi kenyataannya, lebih banyak saya menemukan program studi yang menarik, universitas yang ‘bikin mupeng’, tapi tidak menyediakan beasiswa untuk mahasiswanya. Bagi yang sudah mengincar prodi di universitas tertentu, jangan mundur ketika harus mencari beasiswa dari luar.
Ternyata tidak sulit kok. Dari pemerintah Indonesia sendiri, dari Kementrian Pendidikan Nasional, ada Beasiswa Unggulan yang bisa di-apply. Persyaratannya cukup mudah apalagi untuk yang sudah diterima di perguruan tinggi yang diincar. Selain itu, bukaannya juga sepanjang tahun jadi bisa mengajukan kapan saja. Ada buku panduan (.pdf) yang bisa diunduh di sini. Jangan takut melihat bukunya yang lumayan tebal, itu semata-mata bukan karena persyaratannya banyak sekali, tapi karena beasiswa ini cukup luas cakupannya, ada jalur untuk lulusan berprestasi akademik, untuk yang punya prestasi olahraga dan seni, untuk pegawai, untuk peneliti, untuk wartawan, banyak deh bisa dibaca sendiri.
Jadi, mari mengeksekusi mimpi kita.
***
Saya selalu bilang kalau saya lebih memilih untuk menulis daripada berbicara. Apalagi bicara spontan. Apalagi di depan umum–saya tahu saya sulit berpikir cepat saat bicara dan saya nggak mau memamerkannya di depan umum.
Sejak dulu saya nggak suka dengan yang namanya wawancara karena saya selalu menyesal setelah selesai melakukannya. Saya merasa saya punya jawaban yang bagus selalu setelah wawancara selesai. Pas wawancaranya, enggak kepikiran. Jadinya kesel sendiri.
Tapi saya sudah lumayan bisa mengabaikan pikiran itu. Setelah sadar diri bahwa saya agak lemot dalam berpikir, pada wawancara terakhir, ya memang sih saya berpikir kalau saya bisa memberikan jawaban yang lebih baik yang baru terpikir setelah selesai, tapi ya mau bagaimana lagi… memang itu yang terbaik yang bisa saya berikan saat itu (dan alhamdulillah hasilnya akhirnya baik :)).
Hanya saja, hal-hal seperti ini kadang masih agak menganggu. Seperti tadi misalnya, saya ditanya, kenapa lama baru ngasih berkas ini. Saya mikir… terus yang keluar jawaban asal saja tadi. Dan pas saya pulang, saya baru sadar, memang saya lama karena saya nunggu urusan transkrip saya yang nggak kelar-kelar! Alasan sederhana, obvious, tapi kok ya bisa lupa pas saya ditanya. Errrgh.
Atau misal kemarin, saya ngobrol dengan teman saya, saya mencoba mengungkapkan sesuatu, eh kok malah muter-muter sendiri. Untung dia nangkep, dan dalam satu hitungan langsung membuat kalimat yang sederhana yang mampu menjelaskan apa yang saya maksud itu. Hah.
Bagaimana ya cara latihan untuk berpikir cepat dan langsung bisa mengungkapkannya dalam kata-kata lisan?
***
P.S. flu lagi, errrgh *bukan karena ditinggal =p
Pergi ke bandara bareng bapak itu menyenangkan, karena bisa mampir ke toko buku dan minta dibelikan buku bahasa Inggris
“But if there’s one thing I learned from Rodrick, it’s to set people’s expectations real low so you end up surprising them by practically doing nothing at all.”
Coba semudah itu!
***
Hari Minggu kemarin, saya dan bapak pergi ke Jakarta untuk menghadiri pertemuan keluarga Trah Donopradjan. Pertemuan ini selalu diadakan tiap dua tahun sekali, gantian ngunduhnya. Nah, trah ini adalah keluarga besar dari bapak, mulai dari eyang buyut saya, yang berarti eyangnya bapak dari pihak ibunya bapak. Tadinya Asma dan Tika mau ikutan juga, tapi susah cari tiketnya karena musim liburan. Yay, kapan lagi saya ‘menguasai’ bapak seharian hahaha.
Saya pertama ikutan pertemuan ini kalau gak salah waktu tahun 1997, di Solo. Pas itu saya masih kecil banget dan masih jadi anak-anak yang disuruh-suruh ngisi acara dengan nyanyi di depan (saya nyanyi ‘naik delman’; adik saya nyanyi lagu yang dia karang sendiri secara spontan alias ‘lagu ngawur’) dan bahagia dengan doorprize-doorprize yang kadang isinya hanya sebuah bolpen atau notes bergambar. Selanjutnya, dua tahun sekali saya masih menikmati lomba anak-anak sampai saya dianggap terlalu tua untuk main kipas balon dan memilih menghabiskan prasmanan, es krim dan snack yang selalu melimpah.
![]()
Banyak yang saya dapat dari pertemuan kemarin, misalnya
Oh ya karena eyang putri saya anak pertama eyang buyut, dan bapak saya anak terakhir dari eyang putri, maka saya relatif mudah ‘pura-pura kenal’ dengan keluarga besar saya. Saudara-saudara bapak, yang saya sudah tahu semua lah, semua dipanggil pakdhe/budhe. Nah kalau sepupunya bapak, berarti kan dipanggil om/tante semua, walaupun setengah ingat ini om atau tante dari siapa, hehehe.
Sampai jumpa 2 tahun lagi….
***
Saya nggak suka kalau saya nggak tahu apa-apa.
Saya nggak suka kalau saya nggak tahu apa-apa, lalu tanya, lalu ditanya balik dan saya nggak tahu apa-apa.
Saya nggak suka kalau saya nggak tahu apa-apa, lalu ditanya kenapa saya bingung, lalu saya harus menjelaskan padahal saya sendiri sebenarnya nggak tahu apa-apa.
Saya nggak suka kalau saya nggak tahu apa-apa, lalu harus laporan progress saya, dan setelah dikasih saran maka saya sadar bahwa saya semakin nggak tahu apa-apa.
But at least, saya tahu kalau saya nggak tahu apa-apa.
Terus harus bertanya.
Tapi nggak tahu apa-apa yang harus ditanya.
***
P.S. thanks to mood-booster yang super-baik belakangan ini, buat pengorbanannya : )
>Lagu oleh Ada Band
>>Mendadak suka gara-gara dengar pas nunggu di Bakso Kepala Sapi..
Senandung lagu cinta
tercipta untukmu
yang getarkan jiwa ini
lumpuhkan jantungku
Kecantikan sempurna
yang tak terlukiskan
bahagiakan diri ini
saat bersamamu
*Meskipun ku sadari
tak mungkin memelukmu
waktu kau isyaratkan
bahwa dirimu tlah bersamanya
reff: Tatap matamu untuk yg terakhir
siksa batinku yg mencintamu
ku pasrahkan pada Illahi
relakanmu untuknya
Lekuk tubuh anggunmu
bagaikan sang dewi
di dalam sanubariku
terukir wajahmu
*
reff
reff2: Jurang yg dalam pisahkan kita
yang tak mungkin untuk dilalui
biarlah lagu cinta ini
terdengar dalam kalbu
reff
reff2
Source: http://liriklaguindonesia.net/a/ada-band…
***